Pendidikan | Kerincisungaipenuh.com | Sertifikasi | NUPTK | PLPG: guru
WIB
Follow Us: Facebook twitter

Pelatihan Dapodik 2 Dinas Pendidikan Kerinci

Kamis, 13 Februari 2014 // , ,
Kerincisungaipenuh.com, Ditengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia pendidikan pun harus bisa mengimbangi bahkan harus terdepan dalam menerapkan perkembangan teknologi tersebut karena dunia pendidikan adalah ujung tombak bagi bangsa ini.

Mempelajari dari hal tersebut dinas pendidikan Kerinci yang pelopori Kasubbag Evaluasi dan Pelaporan mengadakan kegiatan "Pelatihan Dapodik 2" Selama 4 hari yang dimulai hari senin (11/02/2014) sampai Kamis (14/02/2014).

Tujuan dari pelatihan aplikasi dapodik 2014 yang diselanggarakan dinas pendidikan Kerinci untuk lebih meningkatkan pengetahuan operator dapodik yang bertugas di setiap sekolah masing-masing, lebih jauh Kasubbag evaluasi dan pelaporan dinas pendidikan Kerinci mengatakan dengan adanya pelatihan ini mampu meningkatkan pelayanan di dinas pendidikan terutama dikalangan operator, sehingga data yang diberikan benar-benar mampu dipertanggungjawabkan validitasnya.

"Tujuan dari kegiatan ini agar pelayanan semakin sempurna dan baik, data-data yang diinput akan semakin sempurna, sehingga persoalan tunjangan guru, bos, sarana dan prasana yang akan diberikan pusat ke daerah cepat diatasi dan terealisasi" Ujar Adha Baiquni Kasubbag Program dan Pelaporan.

Pelatihan yang diadakan dinas pendidikan Kerinci ini menghadirkan narasumber atau instruktur dari guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan dapodik di Padang, Nusa Kartika (SMP N 10 Kerinci) dan Ricardo (SMK N 1 Kerinci) yang diselenggarakan Oleh Dapodik Pusat didampingi oleh tim ICT Dinas pendidikan Kerinci yaitu :csl Efniko, ST,  Edwar, MT, Taufika Ofiandri, S.Pd dan Pahdizul .

Dok ICT Dinas Pendidikan Kerinci

Penyerahan Beasiswa Untuk Siswa Berprestasi Oleh Bupati Kerinci

Senin, 16 Desember 2013 // , ,
Kerincisungaipenuh.com, Bertempat di Kecamatan Kayu Aro tepatnya di SMK N 1 Kerinci, acara penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada para siswa berprestasi di seluruh Kabupaten Kerinci yang diserahkan langsung Oleh Bupati Kerinci H.Murasman dan dihadiri oleh beberapa unsur SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Pada kesempatan itu Kadis Pendidikan Monadi, S.Sos, M.Si mengatakan :" Untuk masa-masa yang akan datang siswa berprestasi tidak hanya diambil dan di nilai dari mata pelajaran semata, tapi diambil dari sikap, keterampilan dan nilai. Kita tentu tidak ingin siswa yang pintar secara IQ tapi tidak mempunyai nilai moral yang baik".

Selain itu Kadis Pendidikan juga menegaskan bahwa untuk penerapan kurikulum 2013 akan dimulai pada tahun 2014.
"Penerapan kurikulum 2103 akan dimulai pada 2014 yang akan datang" tegas Monadi.

Sebanyak 100 orang siswa berprestasi yang terdiri dari juara umum, juara 1 paralel, juara 2 paralel dan juara 3 paralel berhak untuk mendapatkan piagam dan hadiah yang diserahkan langsung Bupati Kerinci H.Murasman. (KG)

Diklat Pengembangan Karir Guru Melalui MGMP Di Buka Oleh Kadis Pendidikan

Senin, 11 November 2013 // , ,
Kerincisungaipenuh.com, "Peningkatan mutu pendidikan bukanlah merupakan tujuan akhir dari sebuah pendidikan akan tetapi merupakan sebuah proses. Prosesnya dilaksanakan secara bersama-sama karena peningkatan mutu adalah merupakan tanggung jawab bersama. Hasil sebuah proses pendidikan yang dilaksanakan pada saat ini akan dapat dilihat sekian tahun kedepan" Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan KAupaten Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si pada saat membuka secara resmi Diklat Pengembangan Karier Guru melalui kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Senin 11 November 2013 di SMP Negeri 26 Kerinci. Lebih lanjut Monadi menegaskan bahwa apa yang kita kerjakan pada hari ini hasilnya dapat kita lihat beberapa tahun kedepan. Untuk itu diperlukan penyadaran diri dan ketulusan hati dalam melaksanakan tugas yang amat mulia ini demi anak negeri tercinta. "Sikap kita mesti berubah. Kata kunci dari sebuah kesuksesan adalah inovasi. Seorang guru harus haruslah memiliki kreativitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya. Tanpa itu semua maka kegagalanlah yang akan ditemuinya.

Di hadapan 140 orang peserta diklat yang terdiri dari Guru IPA,IPS, Bahasa Indonesia, Seni Budaya , Matematika, Bahasa Inggris, BP/BK dan PKn, Kadis mengharapkan agar kedepan semua guru di Kabupaten Kerinci dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipikulkan oleh negara ke pundaknya, tentu dengan dengan lebih kreatif lagi dalam meningkatkan kompetensinya.

Sementara itu Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Herlius, S.Pd, M.Pd selaku panitia pelaksanaa kegiatan ini mengatakan bahwa tujuan kegiatan Dilkat ini adalah :

1. Memberikan pemahaman kepada guru tentang kurikulum 2013
2. Agar guru memiliki kesamaan persepsi dan komimen yang tinggi untuk meningkatkan karirnya
3.Agar guru memiliki motivasi, frekuensi dan intensitas yang tinggi dalam pembelajaran dan  pengembangan profesionalitasnya dan
4 guru memahami tentang penilaian kinerja guru.

Narasumber dalam diklat ini menurut Herlius adalah Kadis Pendidikan, Kabid dan Kasi Kurikulum bidang pembinaan SMP, LPMP, Perguruan Tinggi dan Pengawas Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.(Kerincikab)

Editor : KG

Pemerintah dinilai belum peduli nasib guru honorer

Kamis, 31 Oktober 2013 // ,
Ketua Umum PGRI Sulistiyo menyatakan pemerintah belum menunjukkan kepedulian terhadap nasib guru-guru honorer terkait proses penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS tahun 2013 serta rencana pemberian subsidi honor bagi guru honorer yang bersumber dari APBN.

"Pelaksanaan penerimaan CPNS tahun 2013 belum mengakomodir kepentingan guru-guru honorer sebab pemerintah tahun ini hanya akan mengangkat 30 persen dari sebanyak 600 ribu guru honorer. Sedang selebihnya akan tetap dengan status honorer," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis.

Sulistiyo berharap guru-guru honorer bisa diprioritaskan untuk memperoleh kesempatan tes CPNS karenadi satu sisi banyak dari guru-guru honorer tersebut yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Di sisi lain, pemerintah sebenarnya membutuhkan tambahan tenaga guru yang cukup banyak terutama untuk level sekolah dasar.

Lebib lanjut dikatakannya menjadi guru PNS sebenarnya bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan guru honorer terkait dengan tingkat kesejahteraannya yang sangat rendah. Tetapi solusi berupa pemberian tambahan honor yang bersumber dari APBN nyatanya juga tidak dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi kalau memang tidak mau angkat guru honorer jadi PNS, bisa melalui bantuan uang yang diberikan rutin tiap bulan dengan nilai yang sama. Sebab saat ini besarnya honor guru honorer rata-rata antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per bulan. Nilai tersebut tidak manusiawi dan sangat jauh dengan gaji yang diperoleh guru PNS," katanya.

Audiensi antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dengan para guru yang diinisiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sudah dilakukan pada bulan April lalu dan disepakati untuk membentukan tim guru honorer. Tim ini nantinya akan menyelesaikan beragam persoalan yang dihadapi guru honorer, mulai dari sistem rekrutmen hingga status kepegawaiannya, katanya.

"Waktu itu, kami minta agar rekrutmen guru honorer itu ditata, dan dipikirkan secara matang tentang kesejahteraannya. Oleh karenanya, dalam tim tersebut akan dimasukkan guru honorer, karena mereka yang memahami dan mengalami kondisi sesungguhnya," katanya.

Dikatakannya, PGRI telah mengingatkan pemerintah bahwa guru honorer yang telah bekerja penuh waktu, berdedikasi, serta memiliki prestasi yang baik dan memenuhi persyaratan, perlu dipertimbangkan untuk diangkat menjadi guru CPNS.

PGRI sendiri sudah berulangkali mengusulkan agar pemerintah bisa mengalokasikan subsidi bagi guru honorer yang memenuhi syarat. "PGRI sudah mengirimkan surat kepada Presiden berupaya usulan agar mulai tahun 2014 para guru honoere yang memenuhi syarat dapat memperoleh subsidi penghasilan dari APBN.

Guru honorer yang memeroleh subsidi adalah guru yang memenuhi syarat , antara lain berkualifikasi pendidikan minimal S1 atau D4 sesuai bidang tugas, dibutuhkan sekolah karena sekolah memang betul-betul kekurangan guru, belum menerima tunjangan profesi guru.

Besarnya subsidi penghasilan minimal sama dengan Upah Minimum Regional (UMR), jika keuangan nenagar belum memungkinkan dilakukan secara bertahap, misalnya tahun 2014 minimal Rp500 ribu per bulan, tahun 2015 minimal Rp750 ribu per bulan, tahun 2016 minimal Rp1 juta tahun 2017 minimal sama dengan UMR dan tahun 2018 lebih tinggi dari UMR.

"Bila dilakukan secara bertahap maka misalnya per guru Rp500 ribu. Dengan asumsi jumlah guru honorer sebanyak 600 ribu ditambah guru-guru yang mengajar di swasta 400 ribu maka 1 juta guru dilakukan Rp500 ribu dikalikan 12 bulan maka pemerintah setiap tahunnya mengalokasikan anggaran Rp6 triliun dari APBN," tambahnya

Cara Verifikasi Data Guru Dapodik Secara Online

Sabtu, 12 Oktober 2013 // , ,
Untuk melakukan verifikasi data guru di program pendataan pokok pendidikan (Dapodik) dapat dilakukan secara online dengan mengunjungi halaman Verifikasi Data Guru http://223.27.144.195/. Data di Dapodik ini dijadikan dasar kebijakan pendidikan seperti pemberian segala jenis tunjangan bagi guru.

Data guru yang sudah dientri (dimasukan) dan dikirim oleh operator sekolah memalui Aplikasi Dapodik bisa dicek oleh guru sendiri lewat internet. Data guru yang diunggah di Dapodik sangat penting untuk dasar penerimaan tunjangan profesi pendidik (TPP) bagi guru yang sudah sertifikasi.

Cara Verifikasi Data Guru di Dapodik
1. Kunjungi http://223.27.144.195/
2. Masukan NUPTK dan Password
3. Terakhir klik Sign in

Setelah berhasil login dapat dilihat info data guru, rincian jam mengajar, status NUPTK dan status kelulusan sertifikasi. Jika ada data yang masil salah dapat diperbarui (update) sendiri atau melaporkannya. Data tersebut harus benar dan valid, agar tidak bermasalah dengan penerbitan SKTP atau pencairan tunjangan sertifikasi.

Saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis aplikasi data pokok pendidikan terbaru atau Aplikasi Dapodik Tahun 2013. Aplikasi ini mengalami penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya.

Dapatkan Aplikasi Dapodik 2013

Jumat, 11 Oktober 2013 // , ,
Bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober 2013 yang lalu, Direktorat jenderal pendidikan dasar meluncurkan aplikasi pendataan pokok pendidikan dasar (DAPODIKDAS) versi 2.0. Melalui aplikasi DAPODIKDAS yang terbaru ini nantinya operator pendataan dinas pendidikan kota/kabupaten akan secara serentak melakukan percepatan penjaringan data pokok pendidikan dasar tahun 2013.

Berdasarkan surat edaran dari Dirjen Dikdas tanggal 1 Oktober 2013 kepada seluruh kepala dinas pendidikan propinsi/kota/kabupaten tentang percepatan proses data pokok pendidikan dasar tahun pelajaran 2013/2014 disampaikan bahwa terhitung tanggal 2 Oktober 2013 lalu, seluruh operator dapodik sudah dapat mengunggah data pokok pendidikan dasar tahun pelajaran 2013/2014. Demikian juga bagi yang sudah mengunggah data ditahun sebelumnya, mulai tanggal 2 Oktober 2013 ini juga sudah dapat mengupdate data yang sudah diunggah sebelumnya. Adapun batas waktu pendataan data pokok pendidikan dasar ini adalah 30 November 2013. Pendataan ini menjadi sangat penting karena data DAPODIK ini akan digunakan untuk perencanaan pengalokasian dan dasar penyaluran dana BOS, BSM, DAK, Rehabilitasi Sekolah, Tunjangan Guru, Bantuan Sarana Prasarana Sekolah serta bantuan program lainnya.

Kali ini layanan PTK berbagi aplikasi serta beberapa instrumen pendukung lainnya untuk membantu operator sekolah dalam mensukseskan proses percepataan pendataan data pokok pendidikan ini. Adapun kode resgitrasinya, akan didistribusikan oleh Dinas Pendidikan kota/kabupaten masing-masing.


Aplikasi Installer DAPODIKDAS 2013 versi 2.0
Manual Aplikasi Manajemen Pendataan Pendidikan Dasar
Manual Sistem dan Aplikasi Pendataan Data Pokok Pendidikan Dasar
Pedoman Formulir Bagi Peserta Didik

Gaji Honorer SD Diperkira Paling Rendah Di Dunia

Guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) terutama yang mengajar di SD diprediksi mendapatkan gaji yang terendah di dunia. Banyak dari mereka yang menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). Sebulan rata-rata hanya mendapatkan gaji Rp 150 ribu, bahkan banyak yang kurang dari Rp 100 ribu.

Hal ini dikatakan oleh orum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT), Akhmad Hanif saat menggelar aksi keprihatinan menuntut agar pemerintah memberikan tunjangan yang layak. pihaknya memperjuangkan agar GTT bisa mendapatkan tunjangan dari pemerintah yang nilainya setara dengan UMK.

"Untuk kesejahteraan sangat-sangat kurang. Kita hanya dibayar Rp 150 ribu. Dengan Rp 150 ribu untuk bensin saja tidak cukup. Apalagi rumah kami jauh dari sekolah," kata Akhmad Hanif dikutip SekolahDasar.Net dari JPNN.com (10/10/2013).

Selama ini guru honorer yang mengajar di sekolah negeri bahkan minim perhatian dari pemerintah. Salah satunya tidak adanya kesempatan bagi mereka untuk ikut sertifikasi seperti yang diberikan kepada guru di sekolah swasta.

"Jangankan kesejahteraan. Perhatian kepada kami sangat minim. Ada kesan kami ini hanya pesuruh bagi PNS," kata Akhmad Hanif yang juga seorang guru di salah satu SD negeri di Kecamatan Wanareja.

Untuk mencukupi kebutuhannya, banyak GTT yang mencari penghasilan tambahan. Di antara mereka ada yang menjadi buruh tani dengan menggarap sawah atau ladang. Tidak sedikit pula yang mencoba berjualan meski penghasilan tidak menentu. Bahkan ada anggota GTT yang menjadi tukang parkir usai mengajar di sekolah.

"Meski tunjangan kecil, kami tetap ikhlas. Namun kami minta kepada bupati dan anggota dewan yang duduk di DPR agar bisa mendengar dan melihat nasib kami sebagai pendidik," harapnya.

Monadi Kadis Pendidikan Kerinci Lantik Kepala Sekolah

Sabtu, 05 Oktober 2013 // , ,
Kerincisungaipenuh.com, Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Kerinci Monadi, S.Sos.M.Si. atas nama Bupati Kerinci Kamis 10 Oktober 2013 di halaman Kantor Dinas Pendidikan melantik Kepala Sekolah. Ada pun kepala sekolah yang dilantik tersebut adalah : Isri Syahril, S.Pd. sebagai Kepala SMAN 7 Kerinci, Sudirman, S.Pd. sebagai Kepala SMAN 10 Kerinci, Refreanis, S.Pd. sebagai Kepala SMPN 4 Kerinci, Mukhsan, S.Pd. MM. sebagai Kepala SMPN 12 Kerinci, Yahya Bahsar, S.Pd. sebagai Kepala SMPN 19 Kerinci, Marjoni, S.Pd. sebagai Kepala SMPN 27 Kerinci, Kahar Mudin, S.Pd. sebagai Kepala SMPN 29 Kerinci, Drs. Dalil sebagai Kepala SMPN 36 Kerinci, Usuluddin, S.Pd. sebagai Kepala SMPN 50 Kerinci, semetara di tingkat SD kepala sekolah yang dilantik adalah : Erlis, S.Pd sebagai kepala SD No. 226/III Renah Kasah Kec. Kayu Aro, Asnurdin, S.Pd. sebagai Kepal SD No. 182/III Telun Berasap Kec. Kayu Aro dan dan Faridawati, S.Pd. sebagai kepala SD No. 183/III Koto Periang Kec. Kayu Aro. Disamping itu di tingkat SD dan SMP juga dilantik pejabat sementara kepala sekolah.

Dalam pidato pelantikan tersebut, Monadi mengatakan bahwa mutasi dai jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci adalah hal yang biasa dan lumrah terjadi. Hal ini tentunya adalah untuk penyegaran dan proses peningkatan kinerja sekolah. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya mutu pendidikan di Kabupaten Kerinci.
 Untuk itu, tegas Monadi, beliau berharap sungguh agar kepala sekolah yang dilantik pada hari ini untuk dapat segera melaksankan tugas dan tanggung jawab yang dipikulkan ke pundaknya. Monadi mengingatkan kepada kepala sekolah bahwa untuk menjadi orang yang sukses dalam memipin suatu institusi harus mempedomani beberapa hal yaitu: menjaga loyalitas terhadap pimpinan, bekerja keras dan bekerja cerdas, dan senantiasa mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi.(Kerincikab)
editor (KG)

Inpassing Guru Non Pns Diganti dengan

Rabu, 21 Agustus 2013 // ,
Inpassing Guru Non Pns Diganti dengan

Kerincisungaipenuh.com - Jakarta, Inpassing Guru Non PNS Diganti Dengan Penyetaraan~Inpassing adalah proses penyesuaian/penyetaraan pangkat/golongan guru NON PNS (swasta) terhadap pangkat/golongan guru PNS yang didasarkan pada masa kerja dan ijazah yang dimiliki. Inpassing seorang guru Non PNS ditandai dengan terbitnya SK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu manfaatnya adalah bagi guru yang sudah lulus sertifikasi, maka akan mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya sesuai dengan gaji pokok golongan yang tertulis pada sk inpassing tersebut. 


Namun, berdasarkan informasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menghapus program inpassing atau penyetaraan status dan golongan guru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan akan diganti dengan program penyetaraan karena menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Ditjen Pendidikan Dasar Kemendikbudinpassing program inpassing tidak sesuai dengan amanat UU nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen dan Kemdikbud akan menggantinya dengan program penyetaraan yang dihitung dengan skor tertentu mulai tahun 2013 ini. Profesionalitas guru akan diukur dari nilai kompetensi masing-masing.

Sebenarnya Inpassing sudah dihapus sejak 31 Agustus 2011. Tapi Peraturan Menteri (Permen)nya baru berlaku pada 2013 dan Proses penilaian masih menunggu amandemen peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang mengatur mengenai hal ini. Permen ini diamandemen karena tidak mengatur mengenai kompetensi yang diwajibkan Kemendikbud. Selanjutnya penyetaraan bagi guru non PNS akan dihitung dari skor. Kendati ditutup sejak Agustus 2011 lalu tapi dokumen usulan inpassing yang masuk hingga Desember 2011 masih diproses. Proses ini meliputi penyesuaian golongan dan pangkatnya. (krc)

Cek SK Inpassing yang sudah terbit

Adapun SK inpassing yang sudah terbit, yang merupakan usulan dari tahun 2007 s.d 2011 lalu dapat dilihat DISINI.

Sumber : www.metrotvnews.com

Tunjangan Fungsional Guru Madrasah Diperkirakan Cair Setelah ...

Jumat, 02 Agustus 2013 // ,
Tunjangan Fungsional Guru Madrasah Diperkirakan Cair Setelah ...
Kerincisungaipenuh.com - Jakarta, Menjelang lebaran Idul Fitri, banyak guru di lingkungan madrasah mengharapkan segera turunnya Tunjangan Fungsional (TF) 2013. Namun Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mengaku kemungkinan TF akan dicairkan setelah lebaran.

Beberapa orang guru dari madrasah yang namanya masuk penjaringan pendataan TF 2013, melalui sistem on line yang baru diterapkan Kemenag Bojonegoro sangat mengaharapkan TF tersebut segera cair untuk kebutuhan lebaran.

"Untuk kebutuhan lebaran, agar TF segera dicairkan. Pasalnya tahun kemarin tidak cair seluruhnya," kata beberapa guru yang mengeluh hal yang sama.

Guru lainnya mengaku pasrah, TF dicairkan sekarang atau sehabis lebaran. Namun meski demikian, mereka tetap mengharap TF cair seluruhnya, sebelum lebaran atau setelah lebaran yang pasti bisa cair.

"Tahun kemarin tidak cair seluruhnya, padahal Kabupaten lainnya bisa cair penuh. Itu kesalahan Kemenag Bojonegoro kalau terulang kembali," ungkap guru lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu Kasi Pendidikan Mandrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Yasmani mengatakan, beberapa hari kemarin saat ia rapat dengan kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim. Ia sudah menanyakan terkait kejelasan TF.

"Sekarang habis revisi untuk diajukan ke Dirjen, setelah itu turun ke Kanwil kemudian diberikan ke Kemenag Bojonegoro," jelasnya.

Kalau melihat sekarang sudah bulan Agustus, kemungkinan bisa jadi pencairannya enam bulan dan sembilan. Kalau tahun dulu tidak cair penuh, hanya pendapat tiga bulan guru S1 dan enam bulan guru non S1.

Pembagiannya tergantung nanti, karena masih menunggu Dipa. Sembari menunggu, Penma sudah siap data jika sudah ada kejelasan. "Tetapi paling cepat TF kemungkinan cair pada akhir Agustus," ujarnya.

Ditambahkan, sekarang ini tidak hanya Bojonegoro saja, TF se-Jawa Timur belum ada yang cair. Jadi tidak bisa pencairannya sebelum lebaran, kalau sekarang ini belum ada kepastian. (krc)

Copyright © 2013 All rights reserved - Designed by Kadral hadi Kembali Ke Atas