Pendidikan | Kerincisungaipenuh.com | Sertifikasi | NUPTK | PLPG: sungaipenuh
WIB
Follow Us: Facebook twitter

Ketua Komisi III DPD RI dukung alih Status STAIN Kerinci

Selasa, 24 September 2013 // ,
Ketua Komisi III DPD RI dukung alih Status STAIN Kerinci
Kerincisungaipenuh.com - Sungaipenuh, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Daerah(DPD) Republik IndonesiaDra.HJ.Elviana,M.Si mendukung dan ikut memperjuangkan alih Status STAIN Kerinci menjadi IAINKerinci.

Hal ini disampaikan Elviana saat melakukan Reses ke Kabupaten Kerinci minggu yang lalu, Insya Allah tanggal 7 Oktober mendatang saya akan temui Menteri Agama RI Surya Dharma Ali.Menurut anggota Senator asal Dapil Jambi,alih status STAIN menjadi IAIN merupakan suatu yang wajardan pantas, beberapa waktu yang lalu saya telah melihat secara objektif kondisi Kampus STAIN dan telah mendapat informasi tentang alih status STAIN Menjadi IAIN ”Ujar Elviana,M.Si.

Sebagai wakil rakyat jambi yang dipercaya menjadi senantor saya akan perjuangkan dengan sungguh sungguh alih status STAIN menjadi IAIN Kerinci,dan kepada Bapak Menteri Agama hal ini telah saya bicarakan, dan bapak SDA merespon posistif dan berjanji akan merealisasikan harapan masyarakat alam Kerinci, Mudahan mudahan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara segera memproses usulan alih status STAIN,jika semua persyaratan telah terpenuhi Insya Allah Bapak Presiden SBY akan menandatangani alih status STAIN Menjadi IAIN Kerinci.

Ketua STAIN Kerinci DR.Y.Sonafist,M.Ag menyebutkan bahwa semua persyaratan untuk alih status telah kita penuhi dan telah kita serahkan kekementerian agama RI,mudah mudahan harapan masyarakat yang menimpikan STAIN Menjadi IAIN akan segera terwujud,saya untuk itu saya mohon doa dari segenap lapisan masyarakat di alam Kerinci

Prosedur Pengajuan dan Perubahan Data NISN

Selasa, 27 Agustus 2013 // ,
Kerincisungaipenuh.com - Prosedur Pengajuan dan Perubahan Data NISN~NISN adalah kependekan dari Nomor Induk Siswa Nasional. NISN merupakan nomor unik yang melekat pada data siswa perindividu diseluruh Indonesia. NISN dikelola oleh Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud yang terintegrasi didalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pemberian NISN kepada siswa diseluruh Indonesia dilakukan secara otomatis oleh Server Komputer Pusat Layanan NISN.

Salah satu responden EDS pada sistem transaksional PADAMU NEGERI adalah siswa dimana data siswa harus diunggah terlebih dahulu baik satu persatu maupun secara kolektif menggunakan format Excell. Salah satu kolom yang harus diisi agar data siswa dapat dimasukkan kedalam database sekolah PADAMU NEGERI adalah kolom NISN. Bagi sekolah yang baru bahkan di beberapa sekolah yang sudah lama ternyata masih ada siswa yang belum memiliki NISN. Padahal NISN adalah variabel yang harus diisi agar siswa bisa menjadi responden EDS. Untuk itu sekolah harus mengajukan NISN bagi siswa yang menjadi responden bahkan bagi semua siswa yang ada disekolah tersebut.

Prosedur Pengajuan NISN

Sesuai dengan surat edaran dari Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP) Kemdikbud nomor 9889/P3/LL/2013 tanggal 29 Mei 2013 perihal pengolahan NISN secara nasional, bahwa mekanisme pengajuan NISN dilakukan melalui Pendataan Individu Peserta Didik menggunakan aplikasi info Peserta Didik (Dapodik). Dan PDSP akan merekapitulasi dan memproses usulan NISN ini melalui data yang diterima dari masing-masing Set Dit Jen sebagai pengelola aplikasi pendataan yang diperoleh melalui pendataan Dapodik secara online. Karenanya, bagi operator PADAMU NEGERI yang kebetulan tidak sekaligus sebagai pengelola atau operator Dapodik disekolah masing-masing, dapat berkoordinasi dengan operator Dapodik untuk mengusulkan NISN baru melalui aplikasi Dapodik.

Untuk keperluan publikasi, NISN siswa yang telah diterbitkan dapat dilihat di http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data dengan memasukkan nama, tempat dan tanggal lahir
Prosedur Pengajuan dan Perubahan Data NISN

Ketika teknologi digunakan untuk curangi sistem pendidikan

Kamis, 01 Agustus 2013 // ,
Ketika teknologi digunakan untuk curangi sistem pendidikan
Kerincisungaipenuh.com - Kerinci, Semua hal ciptaan manusia pasti memiliki sisi positif dan negatif. Hal tersebut juga berlaku pada teknologi. Bagaimana teknologi berikan pengaruh negatif pada sisi pendidikan?

Diakui atau tidak, setiap kali ada ujian masuk ke suatu universitas atau kampus ternama, ada saja kasus perjokian yang terjadi. Apabila di waktu dulu sebelum teknologi secanggih sekarang ini, perjokian dilakukan dengan cara manual. Namun, kini dengan bantuan teknologi, semuanya dapat dilakukan.

Salah satu kasus adalah yang terjadi pada tahun 2012 lalu. Menurut informasi yang diterima merdeka.com, sedikitnya ada 43 peserta ujian masuk (UM) Fakultas Kedokteran Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diduga terlibat praktik perjokian.

Puluhan peserta ujian itu diketahui telah membawa alat komunikasi yang terkoneksi dengan operator, saat mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris, di Kampus UGM, Bulak Sumur, Sleman, Yogyakarta.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Widy Saputro mengatakan bahwa penggunaan alat untuk menyontek oleh calon mahasiswa tersebut berupa ponsel yang ditempelkan di badan dan dihubungkan melalui headset.

Tidak hanya menggunakan perangkat elektronik yang ditempelkan di tubuh saja, ada pula modus yang menggunakan banyak alat lainnya, seperti kamera pada kancing baju, bolpoin dan bros sampai dengan alat komunikasi itu dibalut dengan bungkus penghapus.

Tentunya dengan penyalahgunaan teknologi untuk tujuan yang kurang baik terutama dalam hal pendidikan ini apapun alasannya tidak diperkenankan.

Sesaat setelah munculnya kasus perjokian di UGM tersebut, pada tahun 2012 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan bahwa penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan (perjokian) merupakan pelanggaran akademik yang luar biasa.

Ternyata tidak hanya untuk kasus perjokian dan di Indonesia saja, kasus yang hampir serupa yaitu hanya bertaraf ujian umum di Bangladesh juga dicoreng dengan aksi contek-menyontek dengan bantuan teknologi, tepatnya dengan memakai jam tangan digital yang terintegrasi dengan ponsel.

Bahkan, untuk ukuran negara maju seperti Inggris saja, kasus serupa juga pernah terjadi. Pada tahun 2010 lalu banyak kasus kecurangan dalam ujian sekolah dan saran yang digunakan adalah perangkat komunikasi yang telah dimodifikasi.

Tentunya sangat disayangkan apabila teknologi yang sebenarnya dibuat untuk membantu meringankan aktivitas dan kerja manusia (dalam hal yang positif) harus digunakan dalam hal yang kurang pantas, apalagi dalam dunia pendidikan.

Oleh karenanya, beberapa sekolah sampai universitas di luar negeri atau di Indonesia mulai melakukan pengawasan ketat agar penyalahgunaan teknologi untuk melakukan kecurangan dalam dunia pendidikan dapat diminimalisir.

Hasil UKG Kota Sungai Penuh Tahun 2013

Selasa, 09 Juli 2013 //
Kerincisungaipenuh.com - Sungaipenuh, kota Sungai Penuh tahun 2013 untuk jumlah calon sertifikasi guru sebanyak 191 orang (daftar calon peserta UKG dapat dilihat dibawah ini)

UKG 2013 merupakan tes online yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan kota/kab. masing-masing daerah, dari hipunan kabar yang di dapatkan kerincisungaipenuh.com tes online pertama secara nasional dan akan berakhir tahun 2014. Untuk tahun berikutnya, 2015 keatas, guru harus mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun atau 2 semester.

untuk melihat secara lengkap klik link disini atau klik disini

sumber : http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/

Kontributor : Opper Antoni
Editor          : Norzal Hadi

72 Guru Dirolling

Rabu, 03 Juli 2013 // ,
Kerincisungaioenuh.com - Sungai Penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Sungaipenuh tahun 2013 ini mulai melakukan pemerataan guru di SD, SMP dan SMA. Sebanyak 72 orang guru dirolling untuk mencapai pemerataan guru ini.

Sutrisno, Kabid Pengangkatan, Mutasi dan Pensiun Pegawai, Badan Kepegawaian Daerah Kota Sungaipenuh mengatakan, pemerataan guru ini untuk mengisi kekurangan guru-guru disekolah-sekolah. "Roling ini menyangkut pemerataan guru sertifikasi, pemeratan mutu sekolah. Supaya guru tidak numpuk disatu sekolah," ungkapnya.

Menurutnya dari 72 orang guru yang dirolling, 50 orang guru adalah guru SD. Kemudian 6 oang guru SMP dan 16 orang guru SMA. "Surat Keputusan (SK) rolling guru sudah naik," ujarnya.

Disebutkannya, pemerataan guru ini dimulai tahun 2013 ini. "Baru tahun ini diroling, supaya ada pemerataan guru, SDM-nya sama antar sekolah," ucapnya. (sumber: jambi ekspres)

Guru Kec. Tanah Kampung Tak Rela Gaji Dipotong

Kamis, 30 Mei 2013 // ,
SUNGAIPENUH-Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari kalangan pendidik mengeluh. Pasalnya, gaji yang mereka terima ‘disunat’ untuk pembayaran zakat. Namun yang menjadi keluhan mereka adalah, pemotongan gaji itu hanya terjadi di kecamatan Tanah Kampung saja, sementara kecamatan lainnya tidak ada pemotongan sama sekali.
 “Yang menjadi permasalahan kita sekarang kenapa guru kecamatan Tanah Kampung saja yang dipotong untuk zakat sementara dikecamatan lain tidak,” ujar beberapa guru ketika dikonfirmasi Infojambi.com, Rabu, (22/5).
Mereka menyebutkan, pemotongan sesuaikan golongan berkisar antara 50 ribu hingga 150 ribu.
“Tergantung golongan, ada yang dipotong 50 ribu ada yang 100 ribu hingga 150 ribu, tergantung golongan,” terangnya.
Sebelum ini gaji bulanan mereka juga pernah dipotong oleh pihak UPTD Kecamatan namun setelah adanya reaksi uang mereka dikembalikan.  (Infojambi.com/FEO)  

Ekspo - Berprestasi MAN 1 Sungai Penuh

Minggu, 26 Mei 2013 // , ,
Sungai Penuh (MAN 1)  –  OSIM MAN 1 Sungai Penuh  menggelar EKSPO-BERPESTASI antar SMP / MTs Sederajat Se-Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pada Sabtu dan Minggu (18,19/5).
, dengan mengusung  tema  “Dengan semangat hari pendidikan nasional dan  EKSPO-Berprestasi MAN 1 Sungai Penuh : Kita tingkatkan kualitas pendidikan berkeadilan menuju insan  yang bercakrawala IPTEK dan bermoral IMTAQ”,  

kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan MAN 1 Sungai Penuh kepada Siswa- siswi SLTP sederajat ini   diadakan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2013
Rangkaian kegiatan EKSPO-Berprestasi kali ini adalah Lomba IT desain poster, Lomba tari kreasi, Lomba lagu daerah dan iranma padnga pasir antar Guru dan antar Siswa, dan Pawai Karnaval Kontingen

Salah satu peserta lomba, Ilvan Apondra, S.Pd  menuturkan kesannya terhadap EKSPO-Berpestasi MAN 1 Sungai Penuh ini.
“Acara ini bagus dan mampu meningkatkan kerativitas siswa dan guru dalam menyalurkan bakat nya, semoga kedepan acara ini lebih baik lagi,” ungkap Pembina Seni SMP 15 Kerinci ini.

Akhirnya acara ini selesai dengan sukses,  dan melahirkan seniman berbakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci (HFA)


Lomba IT desain poster













Pemenang lomba lagu daerah dan irama padang pasir bersama kepala MAN 1 Sungai Penuh


Guru Tuntut Pembayaran Tunjangan

SUNGAIPENUH, Puluhan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sungaipenuh berunjukrasa, kemarin (2/5) didepan gedung nasional Sungaipenuh. Para guru tersebut menuntut dibayarkannya tunjangan sertifikasi guru.

Erwin, guru SMAN 2 Sungaipenuh yang ikut unjuk rasa mengatakan, tunjangan sertifikasi guru TK,SD,SMP, SMA dan SMK di Kota Sungaipenuh mulai dari bulan Januari hingga Mei belum juga dibayarkan. Selain itu, tunjangan sertifikasi bulan Desember tahun 2010, kemudian bulan November sampai Desember tahun 2012 belum juga dibayarkan."Tahun 2012 Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh beralasan dana dak cukup," ujarnya.

Menurutnya untuk tunjangan sertifikasi tahun 2013 pihaknya sudah berkoordinasi dengan bendahara Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh. Menurutnya, bendahara Dinas mengaku dana sertifikasi sudah masuk. "Tetapi kok belum juga dicairkan," katanya.

Dikatakannya, sebenarnya seluruh anggota PGRI Kota Sungaipenuh yang berjumlah 547 orang mau ikut unjukrasa. Namun dihalangi oleh kepala sekolah tempat mereka mengajar. "Seperti guru di SMA N 1 Sungaipenuh sudah siap mau demo, tapi dilarang kepala sekolah," ujarnya.

Sementara itu terkait Pemerintah Kota (Pemkot) Sungaipenuh yang tidak memperingati hari Pendidikan Nasional dirinya mengaku kecewa. "Kabupaten Kerinci merayakan, nampak sekali Pemkot Sungaipenuh lemah. Mungkin menghindari guru demo saat perayaan hari Pendidikan Nasional. Sebenarnya kalau ada tuntutan guru layani," sebutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh Syahrial Thaib saat dikofirmasi mengatakan, memang dana sertifikasi sudah masuk kas daerah dan tinggal dibayarkan. Namun untuk pembayaran ke guru sertifikasi, guru tersebut harus ada SK Dirjen.

"Total guru sertifikasi 800 orang, sedangkan yang baru ada SK Dirjen 700 orang lebih. SK Dirjen bertahap leluarnya. Jadi tidak bisa dibayarkan separo, harus serempak," ujarnya.
Dikatakannya, jika dibayar setengahnya, maka guru sertifikasi yang lainnya yang belum dibayar akan tak akan terima. "Guru tidak tahu pencairan itu harus ada SK Dirjen. Mudah-mudahan dalam bulan ini selesai semua SK Dirjen dan akan kita bayar semua," sebutnya.

Mengenai tunjangan sertifikasi untuk tahun 2010 dan 2012 juga akan dibayarkan, tapi tidak berbarengan dengan tunjangan sertifikasi tahun 2013. "Untuk yang tahun 2010 dan 2012 sudah ada perintah bayarnya, tapi tidak serempak dibayarkan dengan yang tahun 2013," jelasnya.

Sementara itu mengenai tidak diperingatinya hari Pendidikan Nasional Kamis (2/5) kemarin, dia mengatakan, dalam pekan ini ada tiga acara nasional yang diperingati Pemkot Sungipenuh. Sehingga ketiga acara tersebut akan dilaksanakan dalam satu waktu yakni Senin (6/5) pekan depan. "Kita sudah musyawarahkan. Ketiga acara tersebut digabung Senin depan," ujarnya.

Kabag Humas Pemkot Sungaipenuh, Alfian mengatakan, acara peringatan hari Pendidikan Nasional ditunda dan akan diperingati Senin (6/5) pekan depan sekaligus memperingati HUT Pol PP dan Linmas. "Acaranya Senin pekan depan sekaligus memperingati HUT Pol PP dan Linmas," pungkasnya. (sumber: jambi ekspres)

1.680 siswa SMP di Sungai Penuh Ikut UN

Minggu, 21 April 2013 // , ,
Sungai Penuh, Setelah melaksanakan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat Rabu (17/4) kemarin, giliran siswa SMP sederajat yang akan melaksanakan UN Senin (22/4) mendatang. Sebanyak 1.680 siswa SMP sederajat di Kota Sungaipenuh menjadi peserta UN.

Dari 1.680 peserta UN SMP di Kota Sungaipenuh 1.358 siswa berasal dari 11 SMP negeri dan swasta, kemudian 314 siswa berasal dari 4 MTS negeri dan swasta dan 8 siswa dari 1 SMPLB.

Mata pelajaran yang diujikan hari pertama UN Senin (22/4) adalah Bahasa Indonesia, kemudian Bahasa inggris pada Selasa, lalu Matematika hari Rabu dan IPA hari Kamis. Sedangkan ujian susulan untuk siswa yang berhalangan karena surat keterangan dapat dilakukab pada Senin 29 April sampai Kamis 2 Mei.

Sedangkan mata pelajaran untuk siswa paket B yang diujiankan pada Senin (22/4) adalah PPKN dan Bahasa Indonesia, kemudian Selasa IPS dan Matematikan dan hari Rabu IPA dan Bahasa Inggris.

Kadis Pendidikan Kota Sungaipenuh, Syahrial Thaib mengatakan, untuk UN SMP tidak jauh berbeda dengan UN SMA. Dimana setiap kelas terdapat 20 orang siswa dengan 20 paket soal ujian yang berbeda.

Dia menargetkan 100 persen kelulusan siswa SMP tahun 2013. Pasalnya, pihaknya sudah menyiapkan siswa dengan matang untuk menghadapi UN. "Persiapan sudah matang, kita targetkan 100 persen kelulusan UN SMP," ucapnya.

Sumber: Jambi Ekspres

Copyright © 2013 All rights reserved - Designed by Kadral hadi Kembali Ke Atas