Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tidak Profesional
Jumat, 19 April 2013
11.39 //
Jakarta, kerincisungaipenuh.com- Anggota Komisi X DPR, Itet Sumrijanto, menilai, begitu banyak masalah terjadi pada pelaksanaan UN 2013 kali ini bentuk nyata ketidakprofesionalan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Harus ada bentuk nyata pertanggungjawaban Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh; minta maaf jauh dari cukup.
Saban tahun, 20
persen APBN --hingga sekitar Rp300 triliun-- didedikasikan negara untuk
sektor pendidikan di segala lini, sesuai amanat undang-undang. UN juga
secara rutin dilaksanakan di berbagai tingkat pendidikan dasar dan
menengah, namun UN 2013 kali ini dinilai banyak kalangan yang paling
memalukan, 11 provinsi tidak bisa UN 2013 secara serentak karena naskah
soal tidak diterima pada waktunya.
"Peristiwa
ini tidak bisa dianggap enteng atau hal yang biasa saja. Secara
nasional dampak psikologis dan material sangat besar. Kejadian ini tidak
saja tragis dan ironis, melainkan sudah merupakan tragedi yang
memalukan bangsa secara nasional," kata Sumrijanto, di Jakarta, Jumat.
Setelah
beberapa hari dan melalui berbagai arena bicara, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, M Nuh, mengaku akan mengambil tanggung jawab terhadap
kegagalan UN 2013.
"Harus diikuti konsekuensi
atau tindakan yang bersangkutan sebagai resiko arti bertanggung jawab.
Akan lebih terhormat menteri pendidikan dan kebudayaan mengundurkan diri
ketimbang dipecat presiden. Ini preseden bahwa ada menteri yang gagal
bertugas," katanya.
Walau Nuh telah meminta
maaf, dia tegaskan, masalah belum selesai karena dampak yang ditanggung
siswa maupun pemangku kepentingan yang lain menjadi mahal.
"Biaya
membengkak karena melibatkan TNI AU. Belum terhitung kerja lembur yang
tidak gratis. Dari mana biaya ini akan diambil? Karena dalam anggaran
yang diajukan ke DPR, tidak termasuk biaya kegagalan," kata Sumrijanto.
Dia
katakan, keberadaan UN sudah lama bermasalah. Kritik bahkan penolakan
terhadap UN sudah sering disampaikan. Kasus-kasus stress dihadapi siswa
bahkan ada yang bunuh diri, kepala sekolah yang dipecat karena tidak
bisa memenuhi target, telah mewarnai diselenggarakannya UN.





0 komentar